speciall ICT task from Mr. Syafiek, Mrs. Chris and Mr. Anam for practice exam (part 1)
Tiap insan terlahir dengan kelebihan dan kekurangan yang seimbang. Kita tak akan bisa melangkah kedepan apabila kekurangan yang kita miliki selalu kita tutupi. Namun kekurangan itulah yang seharusnya kita buat menjadi nilai kelebihan pada diri kita. Pun demikian pada kelebihan, buatlah anugerah itu menjadi sesuatu yang manis dengan perilaku kita yang menuju arah pengembangan. Penting untuk waspada, jangan sampai kelebihan yang membuat kita memiliki rasa terhormat itu justru akan menghancurkan reputasi diri sendiri.
Banyak hal yang kita lakukan sekarang. Namun bukan itu yang seharusnya dibicarakan tetapi apakah manfaat dari semua kegiatan yang pernah kita lakukan? Simpan pertanyaan ini sebagai langkah awal kita menuju perubahan yang besar. Perubahan yang akan membawa kita menuju dunia yang sesungguhnya.
Apa kita masih ingat? Saat kecil dulu. Banyak orang yang menyayangi dan selalu bertanya kepada kita “mau jadi apa kalau sudah besar nanti?” kita mungkin menjawab “jadi dokter” “jadi guru” “jadi presiden”. Ya, memang semua profesi diatas besar jasanya. Tapi mengapa kita selalu terpusat pada cita-cita itu? Mungkin spontanitas atau wabah lata atau mungkin kita memang tidak mempunyai bayangan sama sekali akan masa depan kita. Dimaklumi bahwa semua itu adalah bayangan dari pikiran kita yang masih pendek, masih belum sampai pada pemikiran yang sesungguhnya.Lihatlah sekarang! Kita sudah jauh berbeda, tumbuh menjadi seseorang yang pastinya akan membawa dampak besar pada kehidupan dunia. Apa kita sudah mempersiapkannya? Mungkin sekarang, khususnya bagi para pelajar. Apakah setiap hari kita belajar? Berapa lamakah? Apa hanya pada waktu ada pekerjaan rumah atau ulangan saja? Apa hanya karena disuruh orang tua? Simpan lagi pertanyaan ini. Hati kecil kita akan tergerak untuk berkata jujur. Inikah sukses itu? Sukses yang digunakan hanya untuk kebutuhan sesaat? Apakah itu sukses? Apa jadinya bangsa Indonesia jika generasi penerus bangsa seperti ini?
Cukup untuk memperbaiki kesalahan. Kini kita butuh dorongan dan motivasi. Akan segera kita temukan disini.
Apakah yang sesungguhnya kita harapkan untuk masa depan? “SUKSES”. Itu pasti. Ingatlah bahwa sukses itu kebutuhan. Bukan impian apalagi keinginan. Jika kita mengatakan bahwa sukses itu impian atau keinginan, itu berarti anda bisa menunda kesuksesan untuk datang. Namun apabila sukses itu sudah menjadi kebutuhan maka tidak ada cara untuk tidak mencapainya. Masa depan harus direncanakan dan disongsong bukan ditunggu. Awal masa depan itu adalah “di sini dan sekarang”. Jangan biarkan waktu melewati kita. Seimbangkan prestasi sejalan dengan waktu dengan iringan semangat dan tekad yang kuat.
Kita tahu mengenai rencana kita, kita harus mempunyai prinsip untuk mencapai cita-cita kita. Beberapa prinsip itu diantaranya adalah :
1. Tekad yang kuat.
2. Teguh pendirian dan tidak mudah menyerah menghadapi hambatan.
3. Komitmen pada rencana awal, tidak mudah mengubah-ubah rencana.
4. Kerja keras dan konsisten untuk terus berjuang, apapun hambatan yang menghadang harus kita lewati.
5. Terbuka untuk menerima bantuan dari orang lain, apapun bentuknya termasuk kritikan.
6. Berpikiran terbuka agar selalu memiliki daya kreativitas dalam memecahkan setiap masalah.
7. Berani ambil resiko dan berjiwa besar ketika menemui kegagalan.
8. Rajin mengevaluasi diri.
9. Berdoa kepada Tuhan agar selalu diberi kemudahan.
Tak mudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun sesungguhnya karena itulah kita bisa menjadi lebih berarti daripada makhluk lainnya. Yakin pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan adalah kunci utama kesuksesan. Jangan pernah berputus asa. Buatlah setiap detik waktu dan aktivitas yang kita jalani itu menjadi berharga dan bermanfaat. Tak ada kata penyesalan dan kata terlambat. Semua dimulai dari diri kita sendiri.
Upaya diri dan usaha sejak dini, niscaya gerbang kesuksesan akan menanti. Raih mimpimu!











Mari berlarii.. meraih mimpi.. tapi ati-ati, sandalmu karii... *gueje* wkwkwk :D
BalasHapushahaha,, boleh itu... tumben gokil??
BalasHapus