Minggu, 06 Maret 2011

"live experience to reach succes"

pengalaman nyata meraih kesuksesan. speciall ICT task from Mr. Syafiek, Mrs. Chris and Mr. Anam for practice exam (part 2)
 
    Apa yang anda perhatikan sekarang? Apa yang pernah anda alami? Pengalaman burukkah, baikkah, menyenangkan, menyedihkan atau hanya pengalaman masa lalu yang tidak bermanfaat dan sekarang anda menyesalinya? Sungguh! Kita bisa mengerti dan belajar akan pengalaman yang telah lalu. Jadilah kita seseorang yang rugi di dunia ini apabila terjebak dalam kesalahan yang sama.
     Biarlah waktu berlalu, kini kita harus fokus ke depan. Meraih apa yang kita impikan. Sekali lagi, jangan terlalu memikirkan masa lalu dan jangan terlalu mencemaskan masa depan. Buatlah diri anda yakin. Apa yang anda lakukan itu benar dan bermanfaat.
     Banyak cerita yang telah terukir di kehidupan kita. Begitu pula pribadi saya. Tentunya banyak pengalaman unik dan menarik yang tak akan terlupakan.

     Saat umur lima tahun, sepanjang malam kami (tiga bersaudara) selalu menantikan cerita dari ayah kami. Cerita itu sepertinya hanya cerita karangan ayah saya saja, yang secara spontan diucapkan begitu saja namun entah mengapa saya percaya dan sangat tertarik untuk mendengarkannya. Cerita itu selalu tentang tiga bersaudara, ayah saya selalu menceritakan dengan apa yang sesuai dengan kehidupan nyata. Tiga bersaudara itu akur dan tak pernah bertengkar. Mereka selalu berusaha membahagiakan orang tua. Ya, itu adalah cara orang tua saya dalam menyampaikan pelajaran hidup melalui cerita dongeng saat akan berangkat tidur.
     Saya juga masih ingat betul saat saya bermain bersama kakak saya dan di kejar-kejar anjing. Untunglah saat itu orang tua saya segera datang. Kalau di kejar-kejar anjing, menunduk saja agar anjingnya tidak tahu keberadaan kita, begitu kata mama saya. Satu lagi pelajaran berharga untuk saya.
     Juga saat mengalami kesulitan. Saat itu teman satu kompleks saya sangat nakal. Jujur saja saya tidak suka jika bermain dengannya karena perabotan dan mainan yang saya miliki pasti rusak jika dipinjamkan kepadanya. Namun dia selalu ingin bermain di rumah saya. Terpaksa juga sore itu pintu rumah saya dikunci agar si dia kembali pulang kerumahnya. Dan benar saja, apa yang saya bayangkan sesuai rencana ternyata melenceng jauh. Anak itu tadi ternyata memukul-mukul pintu rumah saya dengan keras, jika lama-lama dibiarkan tentu akan russak juga itu pintu. Dengan sangat terpaksa saya membukakan pintu untuknya. Begitulah, bahwa lari dari masalah bukanlah hal yang baik. Dan semangat itu pasti akan banyak membantu dalam meraih apa yang kita inginkan.
     Dimana juga saya merasa sangat rendah. Saat saya menyaksikan seseorang berhasil. Bukan merasa iri, tapi saya merasakan gagal saat orang itu, yang kondisi tubuhnya tidak sempurna. Bisa meraih impiannya. Menjadi juara tingkat dunia. Pantaskah kita merasa bangga? Apabila hanya menemukan sejengkal ilmu dan sudah merasa tinggi? Itu hanyalah sepenggal kisah masa kecil saya.
     Bukan itu, masih banyak hal lain yang tak bisa diungkapkan. Tentunya lingkungan juga sangat mendukung. Namun apa juga guna lingkungan bila diri kita senndiri tak punya keinginan untuk maju?
     Satu hal lagi, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada semua orang yang pernah saya temui. Karena semua orang itu telah memberikan banyak pelajaran bagi diri saya.

2 komentar:

  1. aku sayang semua anak SYEH. kita semua spesial. langka. kita satu satunya di dunia. bahkan sepanjang sejarah pendidikan Indonesia:-)

    BalasHapus
  2. aku juga sayang dg semua anak SYEH.
    betapa aku merindukan kaliand semua,.
    berharap suatu saat nanti qt akan di pertemukan. . .

    BalasHapus